Tampilkan postingan dengan label pandemi covid19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pandemi covid19. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Mei 2020

PT KONTAK PERKASA || Hino: Permintaan suku cadang masih tumbuh di tengah corona



PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI  20/05/2020 - PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) masih menerima banyak permintaan spare part (suku cadang) dari sektor-sektor industri yang masih tetap tumbuh di masa pandemi virus corona ini.

"Pandemi COVID-19 ini masih ada beberapa sektor yang masih jalan. Seperti maining, kebun, kargo juga masih jalan. Pada saat ini kita lihat permintaan spare part di daerah tertentu naik ya. seperti di Sumatera dan Kalimantan," ungkap Chief Operating Officer (COO) HMSI, Santiko Wardoyo, Rabu (20/05).

Meski demikian, untuk pasar di wilayah Pulau Jawa dan juga wilayah Jabodetabek juga memiliki pertumbuhan yang masih relatif baik dan bagus terlihat di sektor pertambangan.

"Kalau bicara di Jawa dan Jabodetabek secara total growth cukup signifikan. Jadi, kalau dilihat di sini penjualan spare part yang kelihatan prospect untuk naik ada di sektor maining," ucap dia.

"Kita lihat maining meskipun tidak ada permintaan unit baru, tetapi mereka kan tetap jalan karena kontrak kan. Jadi, sektor maining masih jalan dan spare part juga masih oke lah," kata dia.

Selain industri pertambangan yang masih jalan, menurut Santiko, industri perkebunan juga akan menunjukkan perkembangan baik karena mereka akan bersiap untuk panen.

"Kemudian di kebun atau CPO. kebetulan sebentar lagi mau panen di bulan Agustus. Teman-teman juga sudah mempersiapkan kendaraannya, otomatis kebutuhan spare part juga naik," jelas dia.

Senior Executive Officer Aftersales Services & Technical HMSI, Irwan Supriyono, menuturkan bahwa meski dari segi penjualan kendaraan baru tidak memberikan angka yang cukup baik, HMSI tetap optimistis pada sektor service tumbuh dengan baik.

"Tapi, dari sektor service artinya kita masih optimis tetap tumbuh karena kita punya kontrak dengan costumer yang bergerak di sektor batu bara sama di kebun kelapa sawit. Jadi, kurang lebih begitu," tutur Irwan.

Senin, 20 April 2020

PT KONTAK PERKASA || Waspada "penyakit" mobil jarang dipakai, aki tekor sampai endapan BBM


PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 20/04/2020 -  Pembatasan sosial yang berlangsung saat ini membuat kendaraan jadi jarang dipakai karena aktivitas dilakukan di rumah saja.

Kondisi tersebut membuat mobil Anda jadi jarang digunakan, jarak tempuh mobil juga cenderung lebih kecil.

Dikutip dari siaran pers Asuransi Astra, mobil yang dibiarkan menganggur selama berminggu-minggu dapat menimbulkan "penyakit" baru pada komponen-komponen penting mobil, karena sudah tidak dibarengi dengan pengecekan dan perawatan secara rutin seperti saat mobil masih sering dikendarai.

Simak beberapa komponen yang paling berpeluang rusak serta cara mencegahnya.

1. Aki tekor
Risiko pertama adalah pada komponen kelistrikan tepatnya pada komponen aki. Hal ini akan dirasakan saat pertama kali menyalakan mobil yang sudah lama tak digunakan.

Mobil akan sulit dinyalakan karena ada penurunan daya listrik dengan sendirinya. Penurunan daya listrik ini berbeda-beda kondisinya tergantung pada umur dan kualitas aki, semakin tua umur aki maka akan semakin mudah kehilangan daya simpan tenaga listrik.

Kiatnya, hidupkan mesin setiap hari tanpa perlu menghidupkan sistem kelistrikan yang lain sekitar 10-15 menit. Waktunya bisa lebih atau kurang tergantung kondisi. Sesekali jalankan mobil untuk pengisian daya listrik pada aki yang lebih maksimal.


2. Tekanan angin pada ban berkurang
Tekanan angin pada ban berkurang terjadi jika mobil terparkir terlalu lama, menyebabkan bagian ban yang menapak langsung dengan aspal akan menjadi rata, membuat bentuk ban menjadi tidak lagi bundar utuh.

Akibatnya, akan terjadi ketidakseimbangan ketika mobil pertama kali dijalankan setelah sekian lama terpakir.

Selain itu penyebab tekanan angin pada ban berkurang juga disebabkan oleh karet penutup yang berubah tekstur atau bisa juga disebabkan adanya bagian yang tidak rata antara ban dan pelek.

Kiatnya, jalankan mobil beberapa saat (maju-mundur) atau masuk-keluar garasi secara rutin. Upayakan posisi pelek dan karet penutup ban juga berubah posisi tumpuan. Hal ini bertujuan agar tekanan angin pada ban akan terdistribusi secara merata dan ban tidak terlalu lama tertumpu hanya pada satu titik tertentu saja.


3. Bahan bakar mengendap
Iklim di Indonesia yang tropis membuat udara lembab akan menyebabkan pengembunan pada tangki dan saluran bahan bakar jika mesin tidak dihidupkan dalam waktu lama.

Akibatnya, yang terjadi adalah bahan bakar akan tercampur dengan air yang menguap sehingga dapat mengurangi kualitas bahan bakar serta berpotensi menimbulkan karat pada tangki atau saluran bahan bakar yang terbuat dari besi. Adapun bahan bakar di Indonesia terutama solar bio-diesel, jika dibiarkan terlalu lama akan terjadi endapan yang akan menyumbat saluran bahan bakar.

Kiatnya, saat memanaskan mobil, cek indikator water separator dan filter bahan bakar pada meter cluster. Rajinlah untuk memeriksa dan mengganti filter bahan bakar secara rutin agar bensin yang dikirim untuk proses pembakaran akan tersaring dan bersih dari partikel kotoran dan karat.

4. Karat pada piringan cakram rem
Ketika mobil tidak digunakan dalam durasi yang cukup lama, ditambah dibiarkan terkena hujan karena terparkir di tempat terbuka.

Karat akan timbul pada piringan cakram yang dimana hal ini merupakan proses alamiah antara lingkungan dengan benda yang berunsur besi. Jika terus dibiarkan akan menyebabkan berkurangnya performa rem dan juga akan menimbulkan bunyi saat mobil pertama kali dipakai kembali.

Kiatnya, sebaiknya mobil tetap dijalankan minimal satu kali dalam seminggu, karena karat pada piringan cakram pada umumnya akan hilang dengan sendirinya ketika mobil sudah dijalankan sejauh 3-5 meter, karat akan hilang karena adanya gesekan dari kampas rem.

5. Kuman dan debu pada saluran AC
Mobil yang jarang digunakan tidak akan menjadi lebih awet. AC yang jarang beroperasi akan memiliki udara yang tidak bersikulasi, hal ini dapat menyebabkan endapan debu dan kuman di seluruh bagian saluran AC yang berdampak pada kualitas udara di dalam kabin mobil ketika mobil hendak dipakai kembali.

Kiatnya, rutin panaskan mesin mobil sambil menyalakan AC sekitar 5-10 menit minimal seminggu sekali. Ini bertujuan agar gas pendingin freon tidak mengendap dan membiarkan ada nya sirkulasi udara pada kabin mobil.