Tampilkan postingan dengan label corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label corona. Tampilkan semua postingan
Senin, 20 April 2020
PT KONTAK PERKASA || Waspada "penyakit" mobil jarang dipakai, aki tekor sampai endapan BBM
PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 20/04/2020 - Pembatasan sosial yang berlangsung saat ini membuat kendaraan jadi jarang dipakai karena aktivitas dilakukan di rumah saja.
Kondisi tersebut membuat mobil Anda jadi jarang digunakan, jarak tempuh mobil juga cenderung lebih kecil.
Dikutip dari siaran pers Asuransi Astra, mobil yang dibiarkan menganggur selama berminggu-minggu dapat menimbulkan "penyakit" baru pada komponen-komponen penting mobil, karena sudah tidak dibarengi dengan pengecekan dan perawatan secara rutin seperti saat mobil masih sering dikendarai.
Simak beberapa komponen yang paling berpeluang rusak serta cara mencegahnya.
1. Aki tekor
Risiko pertama adalah pada komponen kelistrikan tepatnya pada komponen aki. Hal ini akan dirasakan saat pertama kali menyalakan mobil yang sudah lama tak digunakan.
Mobil akan sulit dinyalakan karena ada penurunan daya listrik dengan sendirinya. Penurunan daya listrik ini berbeda-beda kondisinya tergantung pada umur dan kualitas aki, semakin tua umur aki maka akan semakin mudah kehilangan daya simpan tenaga listrik.
Kiatnya, hidupkan mesin setiap hari tanpa perlu menghidupkan sistem kelistrikan yang lain sekitar 10-15 menit. Waktunya bisa lebih atau kurang tergantung kondisi. Sesekali jalankan mobil untuk pengisian daya listrik pada aki yang lebih maksimal.
2. Tekanan angin pada ban berkurang
Tekanan angin pada ban berkurang terjadi jika mobil terparkir terlalu lama, menyebabkan bagian ban yang menapak langsung dengan aspal akan menjadi rata, membuat bentuk ban menjadi tidak lagi bundar utuh.
Akibatnya, akan terjadi ketidakseimbangan ketika mobil pertama kali dijalankan setelah sekian lama terpakir.
Selain itu penyebab tekanan angin pada ban berkurang juga disebabkan oleh karet penutup yang berubah tekstur atau bisa juga disebabkan adanya bagian yang tidak rata antara ban dan pelek.
Kiatnya, jalankan mobil beberapa saat (maju-mundur) atau masuk-keluar garasi secara rutin. Upayakan posisi pelek dan karet penutup ban juga berubah posisi tumpuan. Hal ini bertujuan agar tekanan angin pada ban akan terdistribusi secara merata dan ban tidak terlalu lama tertumpu hanya pada satu titik tertentu saja.
3. Bahan bakar mengendap
Iklim di Indonesia yang tropis membuat udara lembab akan menyebabkan pengembunan pada tangki dan saluran bahan bakar jika mesin tidak dihidupkan dalam waktu lama.
Akibatnya, yang terjadi adalah bahan bakar akan tercampur dengan air yang menguap sehingga dapat mengurangi kualitas bahan bakar serta berpotensi menimbulkan karat pada tangki atau saluran bahan bakar yang terbuat dari besi. Adapun bahan bakar di Indonesia terutama solar bio-diesel, jika dibiarkan terlalu lama akan terjadi endapan yang akan menyumbat saluran bahan bakar.
Kiatnya, saat memanaskan mobil, cek indikator water separator dan filter bahan bakar pada meter cluster. Rajinlah untuk memeriksa dan mengganti filter bahan bakar secara rutin agar bensin yang dikirim untuk proses pembakaran akan tersaring dan bersih dari partikel kotoran dan karat.
4. Karat pada piringan cakram rem
Ketika mobil tidak digunakan dalam durasi yang cukup lama, ditambah dibiarkan terkena hujan karena terparkir di tempat terbuka.
Karat akan timbul pada piringan cakram yang dimana hal ini merupakan proses alamiah antara lingkungan dengan benda yang berunsur besi. Jika terus dibiarkan akan menyebabkan berkurangnya performa rem dan juga akan menimbulkan bunyi saat mobil pertama kali dipakai kembali.
Kiatnya, sebaiknya mobil tetap dijalankan minimal satu kali dalam seminggu, karena karat pada piringan cakram pada umumnya akan hilang dengan sendirinya ketika mobil sudah dijalankan sejauh 3-5 meter, karat akan hilang karena adanya gesekan dari kampas rem.
5. Kuman dan debu pada saluran AC
Mobil yang jarang digunakan tidak akan menjadi lebih awet. AC yang jarang beroperasi akan memiliki udara yang tidak bersikulasi, hal ini dapat menyebabkan endapan debu dan kuman di seluruh bagian saluran AC yang berdampak pada kualitas udara di dalam kabin mobil ketika mobil hendak dipakai kembali.
Kiatnya, rutin panaskan mesin mobil sambil menyalakan AC sekitar 5-10 menit minimal seminggu sekali. Ini bertujuan agar gas pendingin freon tidak mengendap dan membiarkan ada nya sirkulasi udara pada kabin mobil.
Kamis, 09 April 2020
PT KP PRESS || Cegah corona, Ferrari akan lakukan tes darah pegawai
PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 09/04/2020 - Sebagai bagian dari rencana Back on Track, Ferrari yang dikendalikan oleh Exor (holding group keluarga Agnelli) mengatakan, bahwa mereka akan menawarkan tes darah pekerjanya atas dasar sukarela untuk menyaring penyebaran virus corona.
"Tes juga akan ditawarkan kepada anggota keluarga yang tinggal bersama dan kepada staf pemasok yang bekerja di perusahaan," katanya yang dikutip dari Reuters, Kamis.
Dalam sebuah pernyataan, Ferrari memiliki rencana untuk Back on Track, yang nantinya akan dikembangkan bersama dengan sekelompok ahli virologi dan pakar yang merancang dan menciptakan lingkungan kerja yang aman ketika operasinya dimulai kembali.
Pada Maret lalu, pembuat mobil mewah itu telah menutup pabriknya di Maranello dan Modena, di wilayah utara Italia Emilia-Romagna. Penutupan itu sebagai tanggapan terhadap wabah virus corona dan adanya kekurangan suku cadang.
Dikatakan akan dibuka kembali pada 14 April, asalkan ada persediaan.
Sebagaimana diketahui, Italia adalah salah satu negara yang paling terpukul oleh pandemi ini. Negara itu telah melihat peningkatan tren infeksi baru-baru ini dan pihak berwenang setempat mulai melihat ke fase kedua ketika lockdown mungkin dikurangi.
Kendati demikian, untuk mulai membuka kembali sebuah industri. Pemerintah setempat berharap ada langkah-langkah dan mereka uga harus tunduk terhadap peraturan guna melindungi staf dan resiko terinfeksi virus corona.
Nantinya, setiap pekerja juga akan diberi kesempatan untuk menggunakan aplikasi untuk menerima dukungan medis dalam memantau gejala adanya virus corona terhadap setiap pekerja.
Ferrari mengatakan aplikasi itu juga akan digunakan untuk melacak kontak mereka yang terlibat dalam inisiatif untuk meningkatkan pemantauan kesehatan.
Selasa, 17 Maret 2020
PT KP PRESS || Cegah COVID- 19, RSV Helmet tidak izinkan konsumen "fitting" helm
PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 17/03/2020 - Produsen dan distributor helm lokal asal Bandung, RSV Helmet tidak mengizinkan calon konsumen untuk mencoba "fitting" ukuran helm secara langsung, demi mencegah penularan virus corona baru (COVID-19).
Executive Director RSV Helmet, Richard Ryan mengungkapkan tindakan pencegahan akan dilakukan 16 hari ke depan. Pihak RSV akan memberikan alat ukur sebagai alternatif.
"Jadi kami akan terapkan pencegahan ini selama 16 hari ke depan dan terpaksa konsumen tidak bisa fitting helm, alternatifnya adalah pakai meteran, buat mencari ukuran kepala yang pas untuk konsumen," ungkap Richard kepada Antara saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa(16/3).
Richard menjelaskan, tidak dipungkiri terdapat konsumen yang kecewa karena sudah datang namun tidak bisa mencoba helm yang diinginkan.
"Ada juga si yang kecewa karena sudah datang, tapi begitu dijelaskan semua paham dan mengerti maksud dan tujuan kami menerapkan hal itu," jelas dia.
RSV Helmet juga mengalami penurunan transaksi setelah kebijakan itu dijalankan.
"Sudah dijalankan sejak Sabtu (14/3), dan memang pengaruh ke omzet sejak diumumkan oleh pemerintah. Ada juga konsumen yang enggak jadi beli karena gak bisa langsung pakai," jelas Ricahrd.
"Penurunan omzet sampai 40 persen, tapi berangsur, ini kan baru tiga hari enggak boleh fitting. Dengan ada isu corona saja traffic sudah turun ditambah enggak boleh fitting, jadi semakin hari semakin turun," kata dia.
RSV Helmet baru saja meluncurkan corak baru dari varian model FF Zero (Full Face), FF 500 (Full Face) dan Super Color (half face) yang terihat lebih sporty nan trendy, senada dengan tagline mereka "When Helmet Meets Fashion".
Produsen Helm yang melaksanakan grand opening di Semarang pada April mendatang, juga telah menyediakan hand sanitizer di setiap gerai.
"Sudah dijalankan sejak Sabtu (14/3), dan memang pengaruh ke omzet sejak diumumkan oleh pemerintah. Ada juga konsumen yang enggak jadi beli karena gak bisa langsung pakai," jelas Ricahrd.
"Penurunan omzet sampai 40 persen, tapi berangsur, ini kan baru tiga hari enggak boleh fitting. Dengan ada isu corona saja traffic sudah turun ditambah enggak boleh fitting, jadi semakin hari semakin turun," kata dia.
RSV Helmet baru saja meluncurkan corak baru dari varian model FF Zero (Full Face), FF 500 (Full Face) dan Super Color (half face) yang terihat lebih sporty nan trendy, senada dengan tagline mereka "When Helmet Meets Fashion".
Produsen Helm yang melaksanakan grand opening di Semarang pada April mendatang, juga telah menyediakan hand sanitizer di setiap gerai.
Senin, 16 Maret 2020
kontak perkasa futures || Ferrari tutup pabrik dua pekan, karyawan tetap digaji penuh
PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 16/03/2020 - Manufaktur mobil sport Italia, Ferrari mengumumkan pada Sabtu (14/3) telah menutup pabrik mereka selama dua pekan atau hingga 27 Maret untuk mencegah paparan virus corona baru (COVID-19).
Dilansir Reuters pada Minggu, seorang sumber menyatakan karyawan Ferrari akan menerima gaji secara full dan penutupan pabrik selama dua pekan tidak akan memotong jatah cuti tahunan pegawai.
Louis Camilleri pimpinan eksekutif Ferrari mengatakan bahwa keputusan itu diambil "untuk ketenangan pikiran dan keluarga karyawan".
Ferrari juga mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka memastikan kesinambungan produksi, karena sudah menerapkan langkah-langkah kesehatan yang direkomendasikan pemerintah Italia.
Namun perusahaan itu menambahkan bahwa mereka "mengalami masalah rantai pasokan serius, yang tidak lagi memungkinkan untuk melanjutkan produksi".
Pekerjaan yang tidak berkaitan dengan perakitan mobil akan dilakukan secara "cerdas", kata Ferrari.
Perusahaan mengatakan tim Formula Satu Scuderia Ferrari juga menghentikan kegiatan operasionalnya untuk sementara.
Langganan:
Postingan (Atom)



