Tampilkan postingan dengan label diesel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diesel. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Maret 2020

PT KONTAK PERKASA || Bekal Isuzu Indonesia jalankan standar Euro 4



PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 09/03/2020 -  PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menyatakan kesiapan mereka untuk menjalankan regulasi emisi Euro 4 yang tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O.

Berdasarkan data, saat ini Indonesia menjadi negara yang ke-24 dengan kadar polusi yang tidak sehat. Atas dasar itu, PT IAMI menyatakan kesiapannya untuk menyongsong era Euro 4 berbekal riset dan pengembangan yang diaplikasikan pada mesin diesel.

PT IAMI juga meninggkatkan cakupan teknologinya demi mendukung regulasi yang mulai berlaku pada April 2021. Teknologi itu dipastikan bakal dikenalkan dan dipakai pada kendaraan Isuzu di Indonesia

"Saat ini kita sudah mulai melakukan riset dan uji emisi beberapa engine yang nanti akan dipakai saat regulasi Euro 4. Nanti kami pasti akan siap dengan Euro 4 maupun bahan bakar B30," ungkap Head Department Prototype and Test Deptartment, Harmoko Setyawan pada saat Diskusi Pintar Bersama Isuzu, FORWOT dan Kementerian Perindustrian di Pameran GIICOMVEC 2020, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Sabtu.

Pada saat ini, Indonesia masih menjalankan standar emisi Euro 2, tertinggal dari India, Thailand dan China yang sudah memakai Euro 4 sejak beberapa tahun lalu.

Melihat perkembangan standar emisi secara global, maka Isuzu Indonesia mengambil langkah lebih cepat untuk melakukan riset sebelum regulasi itu ditetapkan di Nusantara.

"Kami akan turut mendukung dan mematuhi peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah, baik ambang batas gas buang, maupun bahan bakar nabati. Jadi, dengan kata lain kami pasti selalu ikut dengan regulasi itu," kata dia.

Beberapa hal yang disiapkan Isuzu Indonesia adalah penyesuaian teknologi mesin untuk ambang batas emisi, memasang alat untuk mencegah kenaikan temperatur akibat proses pembakaran yakni Exhaust Gas Recirculation (EGR) Cooler.

"Dengan menambahkan system pendinginan EGR Cooler, akan didapatkan lebih banyak penurunan kadar emisi," jelas dia.
Nantinya, alat itu akan bekerja untuk mendinginkan gas buang yang dialirkan ke ruang bakar, mencampur udara masuk dengan gas buang, menurunkan temperatur pembakaran yang akan menghasilkan Reduksi NOx (pengurangan jumlah gas buang yang dihasilkan).

Isuzu juga telah memakai mesin dengan teknologi Teknologi Common Rail pada Isuzu Giga, untuk menyongsong era Euro 4 dan B30. Bahkan Isuzu menilai standar emisi Euro 4 sebaiknya segera diterapkan karena negara-negara lain sudah memulainya.

Isuzu menyatakan, peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memberikan sosialisasi dalam menghadapi era Euro 4.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika, menyatakan pengaplikasian Euro 4 ini akan memberi keuntungan yang besar bagi berbagai pihak. Dengan pengaplikasian itu udara akan menjadi lebih baik karena gas buang dari kendaraan menjadi lebih ramah lingkungan.

Penyeragaman emisi gas buang Euro 4 juga membuahkan efisiensi kendaraan, yang memberi manfaat berupa keuntungan bagi pemilik usaha setta menjaga ketahanan bahan bakar.

"Perubahan standar bahan bakar ini akan diikuti oleh produsen otomotif. Tujuan di negara-negara ekspor sudah memasuki Euro 4, Euro 5, dan Euro 6. ini peluang bagus bagi industri untuk meningkatkan daya saing. Kalau ada dua lini produksi kendaraan, Euro 4 dan Euro 2, justru membuat tidak kompetitif," kata Putu Juli Ardika di lokasi yang sama.

Selasa, 26 Juni 2018

Chevrolet Blazer terbaru hanya muat lima penumpang


PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 26/06/2018 - Chevrolet meluncurkan Blazer terbaru dengan kapasitas lima penumpang (dua baris kursi) guna menyasar konsumen mobil SUV menengah serta menyaingi Ford Edge, Nissan Murano dan Jeep Grand Cherokee.

Blazer merupakan SUV menengah dengan dua baris penumpang pertama yang ditawarkan oleh General Motors (GM), untuk merebut minat konsumen terhadap mobil-mobil berukuran besar dan gagah.

"Ini adalah reaksi terhadap perubahan pasar yang mendasar terhadap SUV," kata Direktur pemasaran mobil Chevrolet dan crossover, Steve Majoros, dilansir USA Today.


Majoros menjelaskan, permintaan konsumen untuk SUV menengah meningkat di AS, kendati pada Januari hingga April pangsa pasar hanya bertumbuh 1 persen dari tahun sebelumnya.

"Dan ini adalah tambahan untuk portofolio kami daripada sebuah pembaruan, jadi akan mendatangkan pelanggan baru," katanya.

PT KONTAK PERKASA

Chevrolet berhasil meningkatkan penjualan ritel dalam beberapa tahun terakhir karena mampu menarik pelanggan baru berkat model Bolt EV, Colorado dan Trax crossover, kata Majoros.

Pada kuartal pertama, Chevrolet melaporkan total penjualan naik 3,6 persen dari periode yang tahun lalu menjadi 957.343 kendaraan di AS.

Blazer model 2019 yang akan dirakit di pabrik GM di Ramos Arizpe, Meksiko, dan akan tersedia di pasaran pada awal tahun depan, kata Majoros, kemudian menolak menyebutkan harga mobil yang belum diumumkan tersebut.

Selasa, 19 Juni 2018

Ignis versi diesel berhenti dijual di India


PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI  19/06/2018 -  Produsen mobil terbesar India, Maruti Suzuki India (MSI), menghentikan produksi kendaraan bermodel hatchback, Ignis versi diesel, karena rendahnya tingkat permintaan.

Perusahaan yang meluncurkan model itu pada Januari tahun lalu, telah menjual lebih dari 72.000 unit dengan penjualan bulanan rata-rata lebih dari 4.500 unit Ignis pada periode Januari-Mei 2018 di negara itu.

"Maruti Suzuki mendengarkan permintaan pelanggan dan dengan demikian berupaya memenuhi aspirasi dari mereka yang terus berkembang. Oleh karena itu, adalah kehati-hatian bisnis untuk menjaga jumlah varian sesuai dengan permintaan pelanggan," kata seorang juru bicara MSI dilansir India Times, Kamis.

Di Indonesia, Suzuki Ignis yang tersedia dalam pilihan berbahan bakar bensin, merupakan mobil perkotaan dengan penjualan terlaris untuk bersaing dengan Honda Brio RS.


Sedangkan di India, Ignis dijual melalui diler premium Nexa dari perusahaan itu guna membantu MSI memperluas jangkauannya, kata juru bicara itu. Ignis adalah model ketiga yang dijual melalui diler Nexa.

Melalui Ignis, perusahaan ingin mendongkrak posisi Ignis sebagai mobil perkotaan kelas atas dengan melepaskan citra mobil kecil untuk keluarga kelas menengah di India.

Di India, model ini tersedia dengan mesin bensin 1.200 cc menyusul dihentikannya versi diesel 1.300 cc.

KONTAK PERKASA